Posted by Unknown | 0 comments

fakta dan hoax kelompok yang mengatas namakan islam dengan kekerasan

Assalamualaikum.wr.wb..
maraknya aksi terorisme dan kekerasan dengan mengatasnamakan islam dan menyebut nama allah untuk memulai kerusakan dan tindakan tidak beragama akhir akhir ini sangat memprihatinkan, fanatis dan radikalisme dalam beragama memanglah hal yang baik dalam hubungan antara hamba dengan tuhannya namun selalu berbanding terbalik dengan ciptaannya.
masyarakat kini mulai semakin kritis dalam mengambil sikap terhadap umat muslim baik ormas, aliran sesat, maupun perseorangan yang memiliki penafsiran tersendiri dalam melakukan dakwah, terutama yang mengandung unsur kekerasan. jika memang kita  hanya berharap dari keyakinan bangsa ini sudah cerdas membedakan informasi maka saya sendiri justru berpikir berbeda, bangsa ini justru semakin bodoh dalam membedakan informasi yang mereka terima, bahkan banyak dari kita yang menelannya mentah mentah.
bahkan hari ini  agama kita sudah terlihat sebagai agama dengan umat yang gemar melakukan tindak terorisme ,kekerasan, rasisme dan tidak toleran bahkan dengan orang yang seiman.
dari hal tersebut kita harus mencari sumber yg jelas dalam mencari referensi tentang bagaimana beribadah kepada allah SWT dan berbuat baik kepada seluruh ciptaannya.
berikut adalah contoh tindakan yang justru mencerminkan apa yang seharusnya tidak dilihat dari muslim yang mendekatkan diri dengan ketenangan dan kesabaran dengan allah "kang mangerani ing patang perkoro"
































dengan tidak memojokkan salah satu ormas masyarakat, namun masih banyak lagi umat agama kita yang lain boleh disebut oknum walaupun berjamaah melakukan tindakan yang lebih tidak beragama.

terlepas dari semua itu bagaimanakah pandangan alquran dan hadist terhadap tindak kekerasan?
berikut ulasannya:

Islam adalah agama risalah yang dikembangkan oleh Nabi Muhamad SAW yang kemudian diteruskan oleh Sahabat, Aulia, Waliyullah dan Ulama dan sampailah kepada kita semua. Perkembangan Islam di Indonesia yang dibawa oleh para Waliyullah menyebar dengan pesatnya, penyebaran agama Islam di Indonesia pada khususnya dan di Bumi Nusantara pada umumnya dilakukan dengan cinta kasih tanpa sedikitpun prilaku kekerasan dalam menyampaikan ajaran ajarannya. dalam menyampaikan risalah ajarannya Islam sebagai rahmat semesta bukan sebagai “rahmatan Lill Golongan” ataupun “Rahmatan lil umati”.

Berikut didalam Al Quran Allah SWT berfirman berlemah lembut dalam berdakwah:

QS. an-Nahl, 16:125
Artinya, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

QS. al-Qolam, 68:8-9
Artinya, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”

QS. Ali Imran: 159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.”

Berikut dalam hadist bagaimana rasulullah berlemah lembut dalam berdakwah:

Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)

Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim no. 2594)

Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)

4 Ciri-Ciri dakwah Islam 

adalah sebagai berikut :
1.Universal dan Humanisme
Adalah Bahwa dakwah Islam adalah dakwah kemanusiaan dakwah yang menggunakan ukuran-ukuran nilai kemanusiaan dalam tingkah laku pribadi yang hubungannya dengan sesama manusia. Dakwah Islam adalah dakwah kearah perubahan sosial menuju suatu masyarakat idaman, dakwah untuk meninggalkan sikap egoistis dan kecenderungan materialistis menuju kearah sikap kebersamaan dan kemaslahatan Umat. Bukan hanya umat Islam saja namun seluruh Umat manusia. Allah SWT berfirman adapun ayat yang menerangkan ke Universalan Islam dijelaskan pada ayat dibawah ini pada Q.S Saba ayat 28.

2.Memberikan keleluasaan untuk memilih (Demokratis) Dakwah Islam tidak dilaksanakan secara frontal, Radikal apalagi dengan Revolusi yang mengakibatkan pertumpahan darah. Dakwah Islam di laksanakan secara demokratid bagi setiap individu untuk menentukan pilihannya. Dalam dakwah Islam tidak ada satu paksaan apapun manusia diberikan suatu kebebasan keleluasaan untuk memilih serta menentukanBerikut Allah SWT menerangkan dalam firmannya dalam Q.S.Al.Kahfi ayat 18  dan Dalam QS.Al Baqarah 256 Juga menjelaskan bahwasanya Islam tidak memaksakan suatu agama

3.Methode bertahap dalam penyampaian ajaran Allah SWT tidak serta merta memberikan Al Qur’an dalam bentuk Kitab, Namun Allah SWT menurunkan Al Qur’an secara bertahap dan berdasarkan hukum-hukum alam saat itu dimana kejadian kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu dari apa yang dihadapi oleh nabi dalam melakukan dakwahnya ditengah tengah kaum Jahiliyah. Dakwah Islam telah merubah dari keadaan Jahiliyah yang materialistis kearah keadaan yang penuh dengan nilai-nilai humanism yang tentunya bertentangan dengan keadaan sebenarnya atau merubah tingkah laku yang tidak manusiawi kepada tingkah laku yang manusiawi secara bertahap atau pelan pelan tidak dengan perubahan yang sangat drastis yaitu dengan loncataan perubahan secara total.

4.Dakwah Islam seirama dengan Fitrah Islam Islam adalah agama dakwah yang tidak membebani atau memayahkan manusia dan juga tidak memerangi kecenderungan-kecenderungan fitrah manusia.

dikutip dari berbagai sumber:
kompasiana.com
al-atsariyyah.com

Namun dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan  muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dan emosinya dalam dakwah.
Read more...
Posted by Unknown | 0 comments

19 nasehat islam dari hadist shahih


Menurut Yazid bin Abdul Qadir Jawas seorang mubalig senior di Indonesia. Da'i dari kota Bogor ini dikenal sebagai mubalig yang menebarkan paham ahlussunnah wal jama'ah di Indonesia.

dalam wawasan Yazid Jawas sangat menonjol dalam kelimuan sejak usia mudanya. Dia mampu ??menghafal? kitab Bulughul Maram karangan Ibnu Hajar Al 'Asqalani diluar kepala. Dia yang sempat berguru kepada Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin di Unaizah, juga diizinkan mengikuti ?kelas? khusus di majelis Syaikh. Dan juga sebagaimana dikisahkan oleh murid-murid Yazid Jawas, bahwa dia selalu meluangkan waktu minimal 2 sampai 4 jam setiap harinya atau bahkan lebih dari itu untuk membaca? kitab-kitab ilmu Islam yang bermanfaat.

beliau juga menuliskan berbagai buku:
-Buku "Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah", penerbit Pustaka At Taqwa
-Buku "Jalan Kebahagiaan Keselamatan Keberkahan", penerbit Media Tarbiyah
-Buku "Jihad Dalam Syariat Islam Dan Penerapannya Di Masa Kini", penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-Buku "Waktumu Dihabiskan Untuk Apa?", penerbit Pustaka At-Taqwa
-Buku "Panduan Shalat Jum’at Keutamaan Adab", penerbit Pustaka At-Taqwa
-Buku "Sebaik-Baik Amal Adalah Shalat", penerbit Pustaka At-Taqwa
-Buku "Sifat Wudhu Dan Shalat Nabi", penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-Buku "Syarah Aqidah Wasithiyah Prinsip ASWAJA", penerbit  Media Tarbiyah
-Buku "Istiqamah Konsekuen Konsisten Menetapi Jalan Ketaatan", penerbit Pustaka At-Taqwa
-Buku "Haramnya Darah Seorang Muslim", penerbit Media Tarbiyah
-Buku "Taubat Kewajiban Seumur Hidup", penerbit  Media Tarbiyah
-Buku "Prinsip-Prinsip Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah", penerbit  Pustaka At Taqwa
-Buku "Jihad Dalam Syari'at Islam", penerbit Pustaka At-Taqwa
-Buku "Panduan Keluarga Sakinah", penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i
-Buku "Ritual Sunnah Setahun", penerbit Media Tarbiyah
-Buku "Kiat-Kiat Islam Mengatasi Kemiskinan", penerbit Pustaka At Taqwa
-Buku "Kupas Tuntas Memahami Kalimat Syahadat", penerbit Media Tarbiyah
-Buku "Fiqih Shalat Berdasarkan Al-Quran dan As-Sunnah", penerbit Media Tarbiyah
-Buku "Sifat Shalawat Nabi", penerbit Salwa Press
-Buku "Mulia Dengan Manhaj Salaf", penerbit Pustaka At-Taqwa

Beliau Dituduh pendukung terorisme

Dalam perjalanan dakwahnya, Yazid Jawas yang visinya mengutamakan masalah tauhid dan syirik, kerap kali majelis pengajiannya dianggap sebagai pendukung teroris. Terlebih lagi dengan penampilan jamaah pengajian dia yang umumnya berjenggot dan yang wanita menggunakan bercadar, yang dianggap sebagai stereotip teroris. Namun sampai saat ini belum kasus terorisme di Indonesia maupun di dunia internasional yang melibatkan Yazid Jawas. Dia pun bahkan menanggapi tuduhan-tuduhan tersebut dengan menulis buku berjudul "Jihad Dalam Syari'at Islam" dan juga "Haramnya Darah Seorang Muslim" yang menggambarkan sikap dia yang anti-terorisme.

namun terlepas dari kontroversi perihal kesimpang siuran berita media, ilmu yang diajarkan beliau dalam kehidupan hablum minallah dan hablum minannas, beliau Memberi beberapa Nasehat Indah untuk diri saya dan kita semua dari hadist2 sahih.

1. Jangan berharap kepada manusia, karena engkau akan kecewa. Berharaplah kepada Allah, niscaya engkau tidak akan pernah kecewa.
2. Manusia yang mulia adalah yang dia bangun disepertiga malam terakhir, kemudian meminta kepada Allah. Jangan lewatkan waktumu untuk berbuat maksiat, karena tak tahu kapan ajalmu kan menjemput. Sehingga kematianmu menjadi su'ul khothimah.
3. Hidupmu di dunia ibarat satu hari atau setengah hari dibandingkan kehidupanmu di akherat kelak, persiapkanlah bekalmu, dan sebaik² bekal adalah taqwa.
4. Infakkanlah hartamu. Karena penyimpanan harta yang sesungguhnya adalah yang akan engkau bawa sampai mati, bukan yang engkau simpan untuk duniamu.
5. Jangan engkau tunda pekerjaan pagimu untuk sore harimu, niscaya banyak pekerjaan yang akan engkau selesaikan.
6. Aturlah waktumu sebaik mungkin, kapan mengurus pekerjaan rumah tanggamu, kapan engkau membaca al qur'an, kapan engkau membaca buku yang bermanfaat dan pekerjaan lainnya.
7. Orang yang tertipu adalah orang yang tidak dapat memanfaatkan waktu luangnya padahal dia dalam kondisi sehat. Sesungguhnya setelah waktu luang akan ada waktu sibuk, setelah sehat akan ada masa sakit ... manfaatkanlah masa sehatmu dan waktu luangmu sebaik mungkin.
8. Sesungguhnya masa sakitmu dibandingkan masa sehatmu lebih banyak waktu sehatmu. Coba ingat berapa lama kamu sakit? Seminggu? Sebulan? Setahun? Bandingkan dengan masa sehatmu! Maka, bersyukurlah..
9. Janganlah engkau merasa aman dari perbuatan maksiat yang engkau lakukan secara diam-diam. Jika istri, suami atau orang lain tak ada yang mengetahui, akan tetapi Allah mengetahui perbuatanmu. Dan kelak perbuatanmu akan dipertanggungjawabkan di akherat kelak.
10. Apabila perbuatan maksiat sudah engkau lakukan, menyesal lah! Bertaubatlah.. Bertaubat dengan sebaik-baik taubat. Janganlah engkau ulangi. Tegakkanlah sholat niscaya akan menghapusnya. Berbuat baiklah kepada orangtuamu
11. Berdo'alah. Sesungguhnya do'a yang paling banyak diiucapkan nabi shalalallahu 'alaihi wa sallam adalah : Ya muqollibal quluub, tsabbit qolbii' alaa diinik (Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku dalam agamaMu.)
12. Jangan engkau tinggalkan setelah sholat shubuh sebuah do'a : Allohumma innii as aluka 'ilman naa fi'an wa Rizqon thoyyiban wa'amalan mutaqobbalaan (Ya Allah aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima.)
13. Bacalah dzikir pagi dan sore, dia hanya meminta waktumu 10 menit. Kau bisa melakukan disela² aktivitasmu.
14. Bacalah buku yang bermanfaat. Karena ia dapat menghantarkanmu kepada kebaikan. Bacalah buku 4 jam dalam sehari.
15. Manusia yang paling utama adalah yang baik akhlaknya. Dan manusia yang paling cerdas adalah yang selalu mengingat mati dan mempersiapkan bekal menghadapi kehidupan setelah kematian.
16. Janganlah engkau panjang angan-angan untuk kehidupan duniamu. Ketika usahamu telah mencukupi kebutuhan hidupmu, tak usah engkau tambahkan beban hidupmu dengan berutang untuk memperluas usahamu. Karena bisa jadi engkau akan mati meninggalkan hutang dan sesungguhnya Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam tak bersedia menyolati jenazah orang yang mati meninggalkan hutang.
17. Dapat engkau melakukan hal-hal mubah seperti menjaga kesehatan badanmu, akan tetapi janganlah hal tersebut membuatmu lupa menjaga kesehatan hatimu.
18. Berikan rasa cintamu untuk orang-orang shalih, bukan untuk orang-orang kafir.
19. Terakhir, maafkanlah orang yang telah menyakiti hatimu.

di ambil dari berbagai sumber, wikipedia.org dan catatan islam

Namun dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan  muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dengan dakwah.
Read more...
Posted by Unknown | 0 comments

antara hoax dan fakta Dalil Anjuran Makan Buah Sebelum Makanan Utama


banyaknya media islam akhir jaman dimana maraknya informasi online jadi rujukan utama hamba dan umat muslim yang tidak memiliki guru untuk bertanya adalah sumber utama malapetaka dan  bencana fitnah akhhir zaman, bahkan kita tidak bisa membedakan mana informasi mengenai penjelasan ayat dan dalil yang benar baik dari khazanah, hikmaah dan azbabun nuzulnya, membuat banyak umat muslimin mencari sendiri secara logika penafsiran dalam sebuah ayat dan mudahnya diprovokasi oleh penulis2 yang hanya mencari keuntungan dengan membelokkan kenyataan dan fakta islam, bahkan bukan karena ketidak tahuan tapi secara sengaja ingin menyesatkan dan menghancurkan umat muslim dari dalam.

berikut sedikit contoh  informasi sebagai bahan pertimbangan tentang makan buah dulu atau makan utama dulu?
banyak orang awam mengetahui bahwa budaya mekan buah terlebih dulu sebelum utama adalah budaya orang yahudi, yang jkatanya kalo kita makan buah terlebih dulu maka gizi yang diserap dari buah sebelum makan utama akan lebih awal diserap oleh otak, makanya orang yahudi cerdas dan jenius....
Memang benar secara kesehatan dianjurkan makan buah sebelum makan utama, karena lebih memudahkan penyerapan buah dan gizi yang terkandung di dalamnya dan tidak bersaing dengan penyerapan makanan utama serta bisa juga meningkatkan kadar glukosa darah. Akan tetapi ini efektif Jika Makan Buah 30 Menit Sampai 2 Jam Sebelum Makan Atau 1-2 Jam Setelah Makan.
Jika makan buah dulu, baru tidak berselang lama, langsung makan besar tanpa jarak waktu minimal 30 menit. Maka ini sama saja dengan makan buah setelah makan, buah akan bersaing penyerapan dengan makanan utama. Akan tetapi ada juga yang mengatakan, walaupun tidak 30 menit, minimal pencernaannya lebih utama buah dan lebih maksimal.

padahal budaya tersebut justru adalah anjuran islam dalam etika makan.....

berikut dikutip dari dr. Raehanul Bahraen tentang Dalil Anjuran Makan Buah Sebelum Makanan Utama.

Mungkin telah tersebar informasi adanya anjuran makan buah sebelum makan. Dan ini dinisbatkan kepada Islam atau ini adalah anjuran agama Islam. Ternyata ini bukan HOAX dan ada beberpa ulama yang berpendapat demikian,di antaranya Imam An-Nawawi rahimahullah. Memang benar secara kesehatan dianjurkan makan buah sebelum makan besar, karena lebih memudahkan penyerapan buah dan gizi yang terkandung di dalamnya dan tidak bersaing dengan penyerapan makanan utama serta bisa juga meningkatkan kadar glukosa darah. Akan tetapi ini efektif jika makan buah 30 menit sampai 2 jam sebelum makan atau 1-2 jam setelah makan. Jika makan buah dulu, baru tidak berselang lama, langsung makan besar tanpa jarak waktu minimal 30 menit. Maka ini sama saja dengan makan buah setelah makan, buah akan bersaing penyerapannya dengan makanan utama. Akan tetapi ada juga yang mengatakan, walaupun tidak 30 menit, minimal pencernaannya lebih utama buah dan lebih maksimal. Terlepas dari pembahasan dari segi kesehatan, tetap saja kita harus menghormati saudara kita yang berpegang dengan pendapat ulama bahwa di antara adab makan adalah mendahulukan buah baru makan besar/pokok.

Berikut pembahasannya Dalil makan buah sebelum makan Di antara dalilnya adalah surat Al-Waqiah. Allah Ta’ala berfirman,

 وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ (20) وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21) di antara ulama ada yang berdalil bahwa Allah menyebut buah dahulu baru daging sebagai dalil anjuran dalam islam, makan buah dahulu baru makanan pokok Al-Gazali rahimahullah berkata,

 ويستحب تقديم الفاكهة إن كانت فذلك أوفق في الطب، فإنها أسرع استحالة فينبغي أن تقع في أسفل المعدة وفي القرآن الكريم تنبيه على تقديم الفاكهة في قوله تعالى: وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ثم قال: وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ.

“Dianjurkan mendahulukan makan buah jika karena sesuai dengan ilmu kedokteran yaitu lebih cepat dicerna maka lebih baik buah lebih bawah (dalam perut) daripada hidangan (makanan pokok). Dalam Al-Quran ada peringatan untuk mendahulukan makan buah yaitu dalam firman Allah,”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”.[1] Akan tetapi ada ulama yang TIDAK SETUJU dengan pendalilan seperti ini akan tetapi membenarkan bahwa adab makan mendahulukan buah dari makanan utama.

Syaikh Shalih Al-Munajjidhafidzahullah berkata,

 يعني أن تقديم الفاكهة قبل الطعام أحسن؛ لأنه أسرع لهضمها، وبعضهم يستند بقوله تعالى: في ضيافة أهل الجنة أو طعام أهل الجنة: وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ * وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ [الواقعة:20-21] فقدم الفاكهة على الطعام، لكن هذا لا يستلزم أن يكون دليلاً، فمجرد ذكره معطوفاً عليه لا يكون دليلاً على تقديم الفاكهة، ثم إن الوضع في الجنة قد يختلف عن الدنيا.. على أية حال سواء قدموا الفاكهة قبل الأكل أو بعده فالأمر واسع

“Yaitu mendahulukan buah daripada makanan utama lebih baik karena lebih cepat dicerna. Sebagian (ulama) berdalil dengan firman Allah pada jamuan penduduksurga dan mereka mendahulukan buah dari makanan utama. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginka Akan tetapi ini tidaklah menjadi dalil, semata-mata menyebut sebagai ma’tuf (urutan) tidaklah menjadi dalil untuk mendahulukan buah. Kemudian (yang menjadi alasan juga) keadaan di surga berbeda dengan di dunia, sama saja mendahulukan buah sebelum makan atau makan sesudahnya, maka perkaranya lapang.”[2]

Akan tetapi ada dalil yang lainya sebagaimna disebutkan oleh Imam AN-Nawawi rahimahullah,

 وقد ذكر النووي عند شرح حديث أبي الهيثم بن التيهان لما أتاه النبي صلى الله عليه وسلم وأبو بكر وعمر فجاءهم بعذق فيه بسر وتمر ورطب، فقال: كلوا من هذه، ثم أخذ المدية وانطلق ليذبح لهم. ذكر النووي في شرحه أن فيه دليلا على استحباب تقديم الفاكهة على الخبز واللحم وغيرهما.

“Imam An-nawawi telah menyebutkan ketika menjelaskan hadits Abi Al-Haitsam bin Thihan tatkala ia datang kepada NabiShallallahu alaihi wa sallam dan ada Abu Bakar dan Umar. Ia membawa wadah yang berisi kurma basah dan kurma kering, kemudian RasulullahShallallahu alaihi wa sallam berkata, ‘makanlah ini (kurma), kemudian mengambil hidangan dan kemudian pergi Imam AN-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini sebagai dalil dianjurkannya mendahulukan makan buah, baru kemudian roti, daging dan makanan pokok lainnya.[3]

Demikian semoga kita bisa bijak menyikapi hal ini dan menghormati saudara kita yang mengambil pendapat ulama yang berdalil dengan hal ini.

Demikian semoga bermanfaat Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
dikutip dari Artikel www.muslimafiyah.com
 [1] Ihya Ulumuddin, sumber:http://ww.islamweb.org/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=73195
[2] Sumber:http://audio.islamweb.net/AUDIO/index.php?page=FullContent&audioid=100533
 [3] Sumber:http://islamweb.net/merath/index.php?page=ShowFatwa&lang=A&Id=66592&Option=FatwaId https://muslimafiyah.com/dalil-anjuran-makan-buah-sebelum-makanan-utama.html

dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan  muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dengan dakwah.
Read more...