Posted by
Unknown
|
0
comments
fakta dan hoax kelompok yang mengatas namakan islam dengan kekerasan
Assalamualaikum.wr.wb..
maraknya aksi terorisme dan kekerasan dengan mengatasnamakan islam dan menyebut nama allah untuk memulai kerusakan dan tindakan tidak beragama akhir akhir ini sangat memprihatinkan, fanatis dan radikalisme dalam beragama memanglah hal yang baik dalam hubungan antara hamba dengan tuhannya namun selalu berbanding terbalik dengan ciptaannya.
masyarakat kini mulai semakin kritis dalam mengambil sikap terhadap umat muslim baik ormas, aliran sesat, maupun perseorangan yang memiliki penafsiran tersendiri dalam melakukan dakwah, terutama yang mengandung unsur kekerasan. jika memang kita hanya berharap dari keyakinan bangsa ini sudah cerdas membedakan informasi maka saya sendiri justru berpikir berbeda, bangsa ini justru semakin bodoh dalam membedakan informasi yang mereka terima, bahkan banyak dari kita yang menelannya mentah mentah.
bahkan hari ini agama kita sudah terlihat sebagai agama dengan umat yang gemar melakukan tindak terorisme ,kekerasan, rasisme dan tidak toleran bahkan dengan orang yang seiman.
dari hal tersebut kita harus mencari sumber yg jelas dalam mencari referensi tentang bagaimana beribadah kepada allah SWT dan berbuat baik kepada seluruh ciptaannya.
berikut adalah contoh tindakan yang justru mencerminkan apa yang seharusnya tidak dilihat dari muslim yang mendekatkan diri dengan ketenangan dan kesabaran dengan allah "kang mangerani ing patang perkoro"
dengan tidak memojokkan salah satu ormas masyarakat, namun masih banyak lagi umat agama kita yang lain boleh disebut oknum walaupun berjamaah melakukan tindakan yang lebih tidak beragama.
terlepas dari semua itu bagaimanakah pandangan alquran dan hadist terhadap tindak kekerasan?
berikut ulasannya:
Islam adalah agama risalah yang dikembangkan oleh Nabi Muhamad SAW yang kemudian diteruskan oleh Sahabat, Aulia, Waliyullah dan Ulama dan sampailah kepada kita semua. Perkembangan Islam di Indonesia yang dibawa oleh para Waliyullah menyebar dengan pesatnya, penyebaran agama Islam di Indonesia pada khususnya dan di Bumi Nusantara pada umumnya dilakukan dengan cinta kasih tanpa sedikitpun prilaku kekerasan dalam menyampaikan ajaran ajarannya. dalam menyampaikan risalah ajarannya Islam sebagai rahmat semesta bukan sebagai “rahmatan Lill Golongan” ataupun “Rahmatan lil umati”.
Artinya, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
QS. al-Qolam, 68:8-9
Artinya, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”
QS. Ali Imran: 159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim no. 2594)
Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)
1.Universal dan Humanisme
Adalah Bahwa dakwah Islam adalah dakwah kemanusiaan dakwah yang menggunakan ukuran-ukuran nilai kemanusiaan dalam tingkah laku pribadi yang hubungannya dengan sesama manusia. Dakwah Islam adalah dakwah kearah perubahan sosial menuju suatu masyarakat idaman, dakwah untuk meninggalkan sikap egoistis dan kecenderungan materialistis menuju kearah sikap kebersamaan dan kemaslahatan Umat. Bukan hanya umat Islam saja namun seluruh Umat manusia. Allah SWT berfirman adapun ayat yang menerangkan ke Universalan Islam dijelaskan pada ayat dibawah ini pada Q.S Saba ayat 28.
2.Memberikan keleluasaan untuk memilih (Demokratis) Dakwah Islam tidak dilaksanakan secara frontal, Radikal apalagi dengan Revolusi yang mengakibatkan pertumpahan darah. Dakwah Islam di laksanakan secara demokratid bagi setiap individu untuk menentukan pilihannya. Dalam dakwah Islam tidak ada satu paksaan apapun manusia diberikan suatu kebebasan keleluasaan untuk memilih serta menentukanBerikut Allah SWT menerangkan dalam firmannya dalam Q.S.Al.Kahfi ayat 18 dan Dalam QS.Al Baqarah 256 Juga menjelaskan bahwasanya Islam tidak memaksakan suatu agama
3.Methode bertahap dalam penyampaian ajaran Allah SWT tidak serta merta memberikan Al Qur’an dalam bentuk Kitab, Namun Allah SWT menurunkan Al Qur’an secara bertahap dan berdasarkan hukum-hukum alam saat itu dimana kejadian kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu dari apa yang dihadapi oleh nabi dalam melakukan dakwahnya ditengah tengah kaum Jahiliyah. Dakwah Islam telah merubah dari keadaan Jahiliyah yang materialistis kearah keadaan yang penuh dengan nilai-nilai humanism yang tentunya bertentangan dengan keadaan sebenarnya atau merubah tingkah laku yang tidak manusiawi kepada tingkah laku yang manusiawi secara bertahap atau pelan pelan tidak dengan perubahan yang sangat drastis yaitu dengan loncataan perubahan secara total.
4.Dakwah Islam seirama dengan Fitrah Islam Islam adalah agama dakwah yang tidak membebani atau memayahkan manusia dan juga tidak memerangi kecenderungan-kecenderungan fitrah manusia.
dikutip dari berbagai sumber:
kompasiana.com
al-atsariyyah.com
Namun dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dan emosinya dalam dakwah.
Read more...
maraknya aksi terorisme dan kekerasan dengan mengatasnamakan islam dan menyebut nama allah untuk memulai kerusakan dan tindakan tidak beragama akhir akhir ini sangat memprihatinkan, fanatis dan radikalisme dalam beragama memanglah hal yang baik dalam hubungan antara hamba dengan tuhannya namun selalu berbanding terbalik dengan ciptaannya.
masyarakat kini mulai semakin kritis dalam mengambil sikap terhadap umat muslim baik ormas, aliran sesat, maupun perseorangan yang memiliki penafsiran tersendiri dalam melakukan dakwah, terutama yang mengandung unsur kekerasan. jika memang kita hanya berharap dari keyakinan bangsa ini sudah cerdas membedakan informasi maka saya sendiri justru berpikir berbeda, bangsa ini justru semakin bodoh dalam membedakan informasi yang mereka terima, bahkan banyak dari kita yang menelannya mentah mentah.
bahkan hari ini agama kita sudah terlihat sebagai agama dengan umat yang gemar melakukan tindak terorisme ,kekerasan, rasisme dan tidak toleran bahkan dengan orang yang seiman.
dari hal tersebut kita harus mencari sumber yg jelas dalam mencari referensi tentang bagaimana beribadah kepada allah SWT dan berbuat baik kepada seluruh ciptaannya.
berikut adalah contoh tindakan yang justru mencerminkan apa yang seharusnya tidak dilihat dari muslim yang mendekatkan diri dengan ketenangan dan kesabaran dengan allah "kang mangerani ing patang perkoro"
dengan tidak memojokkan salah satu ormas masyarakat, namun masih banyak lagi umat agama kita yang lain boleh disebut oknum walaupun berjamaah melakukan tindakan yang lebih tidak beragama.
terlepas dari semua itu bagaimanakah pandangan alquran dan hadist terhadap tindak kekerasan?
berikut ulasannya:
Islam adalah agama risalah yang dikembangkan oleh Nabi Muhamad SAW yang kemudian diteruskan oleh Sahabat, Aulia, Waliyullah dan Ulama dan sampailah kepada kita semua. Perkembangan Islam di Indonesia yang dibawa oleh para Waliyullah menyebar dengan pesatnya, penyebaran agama Islam di Indonesia pada khususnya dan di Bumi Nusantara pada umumnya dilakukan dengan cinta kasih tanpa sedikitpun prilaku kekerasan dalam menyampaikan ajaran ajarannya. dalam menyampaikan risalah ajarannya Islam sebagai rahmat semesta bukan sebagai “rahmatan Lill Golongan” ataupun “Rahmatan lil umati”.
Berikut didalam Al Quran Allah SWT berfirman berlemah lembut dalam berdakwah:
QS. an-Nahl, 16:125Artinya, “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pengajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
QS. al-Qolam, 68:8-9
Artinya, “Maka janganlah kamu ikuti orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah), maka mereka menginginkan supaya kamu bersikap lunak lalu mereka bersikap lunak (pula kepadamu).”
QS. Ali Imran: 159
Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka akan menjauhkan diri dari sekelilingmu.”
Berikut dalam hadist bagaimana rasulullah berlemah lembut dalam berdakwah:
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Maha Lembut, Dia mencintai sikap lemah lembut. Allah memberikan pada sikap lemah lembut sesuatu yang tidak Dia berikan pada sikap yang keras dan juga akan memberikan apa-apa yang tidak diberikan pada sikap lainnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6024 dan Muslim no. 2165)
Dari ‘Aisyah istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau telah bersabda:
“Sesungguhnya sifat lemah lembut itu tidak berada pada sesuatu melainkan dia akan menghiasinya (dengan kebaikan). Sebaliknya, tidaklah sifat itu dicabut dari sesuatu, melainkan dia akan membuatnya menjadi buruk.” (HR. Muslim no. 2594)
Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata:
“Seorang ‘Arab badui berdiri dan kencing di masjid. Maka para sahabat ingin mengusirnya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda kepada mereka, “Biarkanlah dia dan siramlah bekas kencingnya dengan setimba air -atau dengan setimba besar air-. Sesungguhnya kalian diutus untuk memberi kemudahan dan tidak diutus untuk memberi kesusahan.” (HR. Al-Bukhari no. 323)
4 Ciri-Ciri dakwah Islam
adalah sebagai berikut :1.Universal dan Humanisme
Adalah Bahwa dakwah Islam adalah dakwah kemanusiaan dakwah yang menggunakan ukuran-ukuran nilai kemanusiaan dalam tingkah laku pribadi yang hubungannya dengan sesama manusia. Dakwah Islam adalah dakwah kearah perubahan sosial menuju suatu masyarakat idaman, dakwah untuk meninggalkan sikap egoistis dan kecenderungan materialistis menuju kearah sikap kebersamaan dan kemaslahatan Umat. Bukan hanya umat Islam saja namun seluruh Umat manusia. Allah SWT berfirman adapun ayat yang menerangkan ke Universalan Islam dijelaskan pada ayat dibawah ini pada Q.S Saba ayat 28.
2.Memberikan keleluasaan untuk memilih (Demokratis) Dakwah Islam tidak dilaksanakan secara frontal, Radikal apalagi dengan Revolusi yang mengakibatkan pertumpahan darah. Dakwah Islam di laksanakan secara demokratid bagi setiap individu untuk menentukan pilihannya. Dalam dakwah Islam tidak ada satu paksaan apapun manusia diberikan suatu kebebasan keleluasaan untuk memilih serta menentukanBerikut Allah SWT menerangkan dalam firmannya dalam Q.S.Al.Kahfi ayat 18 dan Dalam QS.Al Baqarah 256 Juga menjelaskan bahwasanya Islam tidak memaksakan suatu agama
3.Methode bertahap dalam penyampaian ajaran Allah SWT tidak serta merta memberikan Al Qur’an dalam bentuk Kitab, Namun Allah SWT menurunkan Al Qur’an secara bertahap dan berdasarkan hukum-hukum alam saat itu dimana kejadian kejadian atau peristiwa yang terjadi saat itu dari apa yang dihadapi oleh nabi dalam melakukan dakwahnya ditengah tengah kaum Jahiliyah. Dakwah Islam telah merubah dari keadaan Jahiliyah yang materialistis kearah keadaan yang penuh dengan nilai-nilai humanism yang tentunya bertentangan dengan keadaan sebenarnya atau merubah tingkah laku yang tidak manusiawi kepada tingkah laku yang manusiawi secara bertahap atau pelan pelan tidak dengan perubahan yang sangat drastis yaitu dengan loncataan perubahan secara total.
4.Dakwah Islam seirama dengan Fitrah Islam Islam adalah agama dakwah yang tidak membebani atau memayahkan manusia dan juga tidak memerangi kecenderungan-kecenderungan fitrah manusia.
dikutip dari berbagai sumber:
kompasiana.com
al-atsariyyah.com
Namun dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dan emosinya dalam dakwah.
Read more...




































