Posted by Unknown | 0 comments

antara hoax dan fakta Dalil Anjuran Makan Buah Sebelum Makanan Utama


banyaknya media islam akhir jaman dimana maraknya informasi online jadi rujukan utama hamba dan umat muslim yang tidak memiliki guru untuk bertanya adalah sumber utama malapetaka dan  bencana fitnah akhhir zaman, bahkan kita tidak bisa membedakan mana informasi mengenai penjelasan ayat dan dalil yang benar baik dari khazanah, hikmaah dan azbabun nuzulnya, membuat banyak umat muslimin mencari sendiri secara logika penafsiran dalam sebuah ayat dan mudahnya diprovokasi oleh penulis2 yang hanya mencari keuntungan dengan membelokkan kenyataan dan fakta islam, bahkan bukan karena ketidak tahuan tapi secara sengaja ingin menyesatkan dan menghancurkan umat muslim dari dalam.

berikut sedikit contoh  informasi sebagai bahan pertimbangan tentang makan buah dulu atau makan utama dulu?
banyak orang awam mengetahui bahwa budaya mekan buah terlebih dulu sebelum utama adalah budaya orang yahudi, yang jkatanya kalo kita makan buah terlebih dulu maka gizi yang diserap dari buah sebelum makan utama akan lebih awal diserap oleh otak, makanya orang yahudi cerdas dan jenius....
Memang benar secara kesehatan dianjurkan makan buah sebelum makan utama, karena lebih memudahkan penyerapan buah dan gizi yang terkandung di dalamnya dan tidak bersaing dengan penyerapan makanan utama serta bisa juga meningkatkan kadar glukosa darah. Akan tetapi ini efektif Jika Makan Buah 30 Menit Sampai 2 Jam Sebelum Makan Atau 1-2 Jam Setelah Makan.
Jika makan buah dulu, baru tidak berselang lama, langsung makan besar tanpa jarak waktu minimal 30 menit. Maka ini sama saja dengan makan buah setelah makan, buah akan bersaing penyerapan dengan makanan utama. Akan tetapi ada juga yang mengatakan, walaupun tidak 30 menit, minimal pencernaannya lebih utama buah dan lebih maksimal.

padahal budaya tersebut justru adalah anjuran islam dalam etika makan.....

berikut dikutip dari dr. Raehanul Bahraen tentang Dalil Anjuran Makan Buah Sebelum Makanan Utama.

Mungkin telah tersebar informasi adanya anjuran makan buah sebelum makan. Dan ini dinisbatkan kepada Islam atau ini adalah anjuran agama Islam. Ternyata ini bukan HOAX dan ada beberpa ulama yang berpendapat demikian,di antaranya Imam An-Nawawi rahimahullah. Memang benar secara kesehatan dianjurkan makan buah sebelum makan besar, karena lebih memudahkan penyerapan buah dan gizi yang terkandung di dalamnya dan tidak bersaing dengan penyerapan makanan utama serta bisa juga meningkatkan kadar glukosa darah. Akan tetapi ini efektif jika makan buah 30 menit sampai 2 jam sebelum makan atau 1-2 jam setelah makan. Jika makan buah dulu, baru tidak berselang lama, langsung makan besar tanpa jarak waktu minimal 30 menit. Maka ini sama saja dengan makan buah setelah makan, buah akan bersaing penyerapannya dengan makanan utama. Akan tetapi ada juga yang mengatakan, walaupun tidak 30 menit, minimal pencernaannya lebih utama buah dan lebih maksimal. Terlepas dari pembahasan dari segi kesehatan, tetap saja kita harus menghormati saudara kita yang berpegang dengan pendapat ulama bahwa di antara adab makan adalah mendahulukan buah baru makan besar/pokok.

Berikut pembahasannya Dalil makan buah sebelum makan Di antara dalilnya adalah surat Al-Waqiah. Allah Ta’ala berfirman,

 وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ (20) وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ

”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”. (Al Waqi’ah 20-21) di antara ulama ada yang berdalil bahwa Allah menyebut buah dahulu baru daging sebagai dalil anjuran dalam islam, makan buah dahulu baru makanan pokok Al-Gazali rahimahullah berkata,

 ويستحب تقديم الفاكهة إن كانت فذلك أوفق في الطب، فإنها أسرع استحالة فينبغي أن تقع في أسفل المعدة وفي القرآن الكريم تنبيه على تقديم الفاكهة في قوله تعالى: وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ ثم قال: وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ.

“Dianjurkan mendahulukan makan buah jika karena sesuai dengan ilmu kedokteran yaitu lebih cepat dicerna maka lebih baik buah lebih bawah (dalam perut) daripada hidangan (makanan pokok). Dalam Al-Quran ada peringatan untuk mendahulukan makan buah yaitu dalam firman Allah,”Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan”.[1] Akan tetapi ada ulama yang TIDAK SETUJU dengan pendalilan seperti ini akan tetapi membenarkan bahwa adab makan mendahulukan buah dari makanan utama.

Syaikh Shalih Al-Munajjidhafidzahullah berkata,

 يعني أن تقديم الفاكهة قبل الطعام أحسن؛ لأنه أسرع لهضمها، وبعضهم يستند بقوله تعالى: في ضيافة أهل الجنة أو طعام أهل الجنة: وَفَاكِهَةٍ مِمَّا يَتَخَيَّرُونَ * وَلَحْمِ طَيْرٍ مِمَّا يَشْتَهُونَ [الواقعة:20-21] فقدم الفاكهة على الطعام، لكن هذا لا يستلزم أن يكون دليلاً، فمجرد ذكره معطوفاً عليه لا يكون دليلاً على تقديم الفاكهة، ثم إن الوضع في الجنة قد يختلف عن الدنيا.. على أية حال سواء قدموا الفاكهة قبل الأكل أو بعده فالأمر واسع

“Yaitu mendahulukan buah daripada makanan utama lebih baik karena lebih cepat dicerna. Sebagian (ulama) berdalil dengan firman Allah pada jamuan penduduksurga dan mereka mendahulukan buah dari makanan utama. Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginka Akan tetapi ini tidaklah menjadi dalil, semata-mata menyebut sebagai ma’tuf (urutan) tidaklah menjadi dalil untuk mendahulukan buah. Kemudian (yang menjadi alasan juga) keadaan di surga berbeda dengan di dunia, sama saja mendahulukan buah sebelum makan atau makan sesudahnya, maka perkaranya lapang.”[2]

Akan tetapi ada dalil yang lainya sebagaimna disebutkan oleh Imam AN-Nawawi rahimahullah,

 وقد ذكر النووي عند شرح حديث أبي الهيثم بن التيهان لما أتاه النبي صلى الله عليه وسلم وأبو بكر وعمر فجاءهم بعذق فيه بسر وتمر ورطب، فقال: كلوا من هذه، ثم أخذ المدية وانطلق ليذبح لهم. ذكر النووي في شرحه أن فيه دليلا على استحباب تقديم الفاكهة على الخبز واللحم وغيرهما.

“Imam An-nawawi telah menyebutkan ketika menjelaskan hadits Abi Al-Haitsam bin Thihan tatkala ia datang kepada NabiShallallahu alaihi wa sallam dan ada Abu Bakar dan Umar. Ia membawa wadah yang berisi kurma basah dan kurma kering, kemudian RasulullahShallallahu alaihi wa sallam berkata, ‘makanlah ini (kurma), kemudian mengambil hidangan dan kemudian pergi Imam AN-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini sebagai dalil dianjurkannya mendahulukan makan buah, baru kemudian roti, daging dan makanan pokok lainnya.[3]

Demikian semoga kita bisa bijak menyikapi hal ini dan menghormati saudara kita yang mengambil pendapat ulama yang berdalil dengan hal ini.

Demikian semoga bermanfaat Penyusun: dr. Raehanul Bahraen
dikutip dari Artikel www.muslimafiyah.com
 [1] Ihya Ulumuddin, sumber:http://ww.islamweb.org/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&Id=73195
[2] Sumber:http://audio.islamweb.net/AUDIO/index.php?page=FullContent&audioid=100533
 [3] Sumber:http://islamweb.net/merath/index.php?page=ShowFatwa&lang=A&Id=66592&Option=FatwaId https://muslimafiyah.com/dalil-anjuran-makan-buah-sebelum-makanan-utama.html

dari kutipan berbagai media diatas, alangkah baiknya jika setiap muslimin tetap harus memiliki guru dan  muslim yang cerdas memiliki banyak guru, sebagai rujukan satu dengan yang lainnya, karena setiap manusia setelah wafatnya sahabat nabi pastilah memiliki kelemahan dalam hatinya yg membuat dalam penafsiran sesuatu mencampurkan hati dengan dakwah.

0 comments: